bab 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Rumah dalam Kamus Umum Bahasa
Indonesia (1976 : 836) adalah suatu bangunan yang dijadikan
sebagai tempat tinggal manusia
selama jangka waktu tertentu. Rumah berfungsi untuk
melindungi manusia dari panas matahari, hujan dan angin,
serta untuk melindungi
manusia dari gangguan binatang buas. Rumah tempat untuk berteduh bagi manusia,
baik laki-laki maupun
wanita. Masyarakat mendirikan rumah yang kokoh
untuk dapat ditempati secara turun temurun oleh generasi ke generasi. Begitu
juga halnya dengan rumah tradisional yang ada di setiap daerah di Indonesia
yang memiliki ciri khas tersendiri dari setiap bentuk rumah dan hiasan pada
setiap bagian rumah agar menjadi indah.
Daerah
Aceh terdapat rumah tradisional. Rumah
tradisional yang biasa disebut dengan rumoh
Aceh. Rumoh
Aceh merupakan tempat
tinggal masyarakat Aceh pada zaman dahulu, bangunan ini dibuat secara gotong
royong dari beberapa keluarga pada satu bangunan. Untuk bisa ditempati secara
turun temurun oleh beberapa anggota keluarga dalam melangsungkan kehidupan
sehari-hari. Posisi letak bangunan rumoh
Aceh mendapat pengaruh Islam,
juga terhadap segala
aspek kehidupan masyarakatnya, baik itu berupa hukum, adat istiadat, arsitektur
bangunan dan sebagainya (Alfian,1979 : 57).
Salah satu rumoh Aceh
yang masih tersisa di daerah kabupaten Aceh Utara adalah rumoh Aceh
Cut Meutia. Rumoh Aceh Cut
Meutia saat ini telah menjadi objek wisata karena rumoh Aceh Cut Meutia merupakan satu-satunya rumoh Aceh yang masih tersisa
dan menjadi ciri khas rumoh Aceh
kabupaten Aceh utara. rumoh Aceh Cut
Meutia dahulu merupakan tempat kediaman
pahlawan nasional Aceh yang bernama Cut Meutia.
Disetiap bagian bangunan rumoh Aceh Cut Meutia terdapat berbagai motif ukiran
dihiasi dengan motif tumbuh-tumbuhan.
Penerapan motif ukiran pada
bagian dinding,
pintu, ventilasi udara dan tolak angin. Semua motif ukiran tersebut merupakan motif ukiran
tradisional kabupaten Aceh
Utara, yang pada saat ini sudah jarang dijumpai dan hampir mengalami kepunahan.
Hal ini disebabkan karena kurangnya perhatian dari pemerintah dan masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan kembali motif tradisional
kabupaten Aceh Utara.
Bertitik tolak dari uraian latar
belakang diatas maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih mendalam tentang
ornamen yang terdapat pada rumoh Aceh
Cut Meutia, yaitu bagaimana bentuk motif yang terdapat pada rumoh Aceh Cut Meutia, serta fungsi ornamen.
B. Rumusan masalah
Berdasarkan pemaparan latar belakang
yang berkaitan dengan ornamen pada rumoh
Aceh Cut Mutia
kecamatan Matangkuli maka dapat disimpulkan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimanakah
bentuk ornamen dan
penempatannya pada rumoh Aceh Cut Meutia.
2. Apa
fungsi dari pembentukan ornamen pada
rumoh Aceh Cut Meutia.
C. Tujuan dan manfaat
1. Tujuan penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang
dikemukakan di atas maka penelitian
ini bertujuan untuk:
a.
Mendiskripsikan
secara rinci bentuk ornamen rumoh Aceh Cut Meutia
.
b.
Mendokumentasikan fungsi apa saja dari
pembentukan ukiran
ornamen pada rumoh Aceh Cut Meutia.
c.
Untuk memenuhi syarat dalam
menyelesaikan program S1(studi
strata1)
jurusan Seni
Kriya Institut
Seni Indonesia Padangpanjang.
2. Manfaat penelitian
Penelitian
yang dilakukan diharapkan dapat memperoleh manfaat :
a.
Menjadi
referensi bagi peneliti selanjutnya tentang ornamen daerah Aceh, khususnya
ornamen pada rumoh Aceh Cut Meutia.
b.
Memotivasi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan ornamen pada rumoh Aceh Cut Meutia.
c.
Sebagai upaya pelestarian dan
mengembangkan kembali ornamen rumoh Aceh Cut Meutia dan sebagai objek promosi
budaya kepada dunia pariwisata.
D. Metode penelitian
Memudahkan dalam penelitian ini diperlukan metode untuk bisa mencapai hasil dari
penelitian. Metode penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari
orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Penelitian kualitatif ini
mengidentifikasikan data secara langsung ke lapangan yang menghasilkan data
deskriptif berkaitan dengan
penelitian ornamen rumoh Aceh Cut
Meutia.
Informan yang dituju yaitu masyarakat yang terlibat dalam proses penelitian tersebut (Moleong, 2011 : 3).
1. Objek penelitian
Objek penelitian yaitu ornamen pada rumoh Aceh Cut Meutia, penelitian dilakukan satu rumah dan seluruh
ornamen yang terdapat pada setiap bagian rumah, pada penelitian ini tidak
menggunakan populasi dan sampel.
2. Data dan sumber data
Pemahaman
mengenai macam sumber data merupakan bagian yang pening bagi peneliti karena
ketepatan dan menentukan data yang diperoleh. Sumber data dalam penelitian
adalah subjek dari mana data dapat diperoleh (Arikunto, 1993 : 102).
Jenis
sumber data dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu data primer dan data
sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh melalui pengamatan langsung
terhadap bentuk motif ukiran pada rumoh
Aceh Cut Meutia di desa pirak Aceh Utara melalui wawancara dengan responden
(informan) yang memiliki pemahaman tentang motif ukiran Aceh Utara dan hal
lainnya yang berhubungan dengan rumoh
Aceh Cut Meutia. Sehingga data yang diperoleh tersebut dapat memperjelas
permasalahan yang diteliti dalam pengolahan data selanjutnya.
Sedangkan
data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku-buku, dokumen, arsip,
artikel, majalah, dan laporan skripsi serta tesis yang berkaitan dengan judul
penelitian baik yang diperoleh dari perpustakaan maupun dari instansi terkait
dan tidak menutup kemungkinan buku ini diperoleh dari inventaris masyarakat
setempat.
3.
Pengumpulan data
Pengumpulan data merupakan salah satu
kegiatan pokok dalam sebuah penelitian, kegiatan pengumpulan data sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan. Sebagaimana dijelaskan Maryani
data penelitian kualitatif bisa berupa tulisan, ujaran secara lisan, gambar,
angka, pertunjukan kesenian, relief, dan berbagai bentuk data lain yang bisa
ditransformasikan sebagai teks. Data tersebut bisa bersumber dari hasil survei,
wawancara, dokumen, rekaman, hasil evaluasi, dan sebagainya (Maryani, 2005:
60).
a.
Studi Pustaka
Studi pustaka
dilakukan untuk memperoleh informasi, bahan pendukung serta data-data yang terkait dengan “Ornamen Rumoh Aceh Cut Meutia”. Penelitian studi pustaka dilakukan melalui buku-buku, skripsi, majalah, artikel, tesis, tulisan ilmiah dan tulisan lainnya yang berkaitan dengan
objek penelitian. Buku
Sujiman A. Musa, Dkk, 1996, Seni Rupa Aceh, Banda Aceh, Taman
Budaya Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Referensi ini digunakan sebagai acuan
dalam pengkajian topik penelitian.
b.
Observasi/Pengamatan
Observasi
merupakan metode ilmiah, Sutrisno Hadi (1982
:
136),
menjelaskan bahwa observasi biasa
diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara
langsung di
lapangan terhadap objek yang
diteliti. Pengamatan akan dilakukan dengan melihat dan mengamati sendiri rumoh Aceh
sehingga memperoleh
data yang lebih akurat, real dan valid.
Observasi
dalam penelitian difokuskan pada ornamen rumoh
Aceh Cut Meutia
di Kecamatan Matangkuli
Kabupaten Aceh Utara.
c.
Wawancara/Komunikasi
Wawancara
dilakukan dengan beberapa informan atau narasumber yang memiliki
banyak informasi tentang ornamen rumoh Aceh Cut Meutia di kecamatan Matangkuli Kabupaten Aceh
Utara. Narasumber yang akan di wawancarai yaitu keluarga dari Cut Meutia, tukang rumah, tukang ukir, penjaga rumah Cut Meutia, pemuka
masyarakat desa serta dinas pariwisata dan kebudayaan dengan tujuan dapat memberikan informasi akurat berhubungan dengan penelitian
yang akan dilakukan.
d.
Dokumentasi
Dokumentasi
digunakan untuk menunjang observasi
dan wawancara dengan cara mengumpulkan berbagai tulisan dan foto-foto
dari lokasi penelitian.
e.
Alat
pengumpulan data
1)
Alat tulis
Digunakan untuk
mencatat segala sesuatu yang berhubungan dengan penelitian secara langsung.
Alat yang digunakan yaitu pensil, pena,
pengapus dan buku
catatan.
2)
Alat perekam
suara
Digunakan untuk merekam atau
menyimpan data yang dilakukan saat wawancara dengan informan
mengenai Ornamen rumoh Aceh Cut
Meutia, untuk
mempermudah dalam mengumpulkan data dari informan.
Alat yang digunakan handphone samsung.
3)
Kamera foto
Digunakan untuk
mendokumentasikan objek penelitian. Ornamen rumoh Aceh Cut Meutia dalam bentuk gambar secara menyeluruh dari objek penelitian dengan tujuan
untuk memperkuat dan memperjelaskan data yang diperoleh. Dari hasil penelitian di
lapangan
alat yang digunakan yaitu, kamera
hanphone dan kamera digital.
4.
Analisis data
Analisis data
kualitatif dinyatakan oleh Bogdan dan Biklen adalah upaya yang dilakukan dengan cara
berkerja dengan data, proses mengorganisasikan data dan
mengurutkan data ke dalam pola,
untuk menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa
yang dapat diceritakan kepada orang lain (Moleong : 248).
Proses selanjutnya setelah data diperoleh dilapangan diolah dengan cara
mengelompokkan data disesuaikan dengan
permasalahan penelitian
ini. Berdasarkan hal tersebut di atas maka analisis data
yang dilakukan adalah analisis
data kualitatif.
Tahapan ini akan dilakukan serangkaian aktivitas untuk mengurutkan data-data
yang ada,
berkaitan dengan ornamen
rumoh Aceh Cut Meutia di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten
Aceh Utara.
Komentar
Posting Komentar